PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH
Kepala sekolah ialah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah, menghimpun, memanfaatkan dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud disini adalah visi dan misi yang ada dalam sekolah tersebut, karena mau dibawa kemana sekolah itu tergantung pada visi misi yang ada.
Nah disinilah kepala mempunyai peran yang sangat signifikan dalam mewujudkan visi misi tersebut.
Kyte (1972) mengatakan bahwa seorang kepala sekolah mempunyai lima fungsi utama. Pertama, bertanggung jawab atas keselamatan, kesejahteraan, dan perkembangan murid-murid yang ada dilingkungan sekolah. Kedua, bertanggung jawab atas keberhasilan dan kesejahteraan profesi guru. Ketiga, berkewajiban memberikan layanan sepenuhnya yang berharga bagi murid-murid dan guru-guru yang mungkin dilakukan melalui pengawasan. Keempat, bertanggung jawab mendapatkan bantuan maksimal dari semua institusi pembantu. Kelima, bertanggung jawab mempromosikan murid-murid terbaik melalui berbagai cara.
Dalam sekolah TK-SD IT Ash-shidiqiyah mempunyai visi misi sebagai berikut :
Visi :
“Mencetak generasi Qur’ani yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spritiual.”
Misi :
· Menjadi lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada Al-Qur’an
· Mendidik generasi Qur’ani yang paham terhadap IPTEK dan IMTAQ
· Memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya agar menjadi pribadi berkualitas.
Visi misi tersebut dirumuskan berdasarkan lingkungan di tempat sekolah itu berada, menurut beliau di lingkungan tersebut mepunyai tingkat pengetahuan agama yang rendah, menurut beliau, dengan adanya sekolah yang dibawah yayasan Ash-shidiqiyah yang berlandaskan dengan Al-Qur’an itu bisa mewujudkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya berlandaskan pada pengetahuan umu, namun diiringi dengan pengetahuan Agama. Bobot antara keduanya yaitu 50-50, tidak memberatkan sebelah, visi misi yang tertera itu diwujudkan dengan menerapkan baca dan hafalan Al-Qur’an dimulai dari kelas 3 SD, dan diakhir tahunya mengadakan wisuda juz 30, wisuda itu diadakan untuk memberi semangat kepada para peserta didik untuk bisa meghafal, selain itu juga disekolah tersebut menerapkan shalat jama’ah dan shalat dluha, namun dalam berbagai program yang sedang dijalankan, ada beberapa kedala yang menghambat visi misi tersebut, yang paling signifikan adalah kurangnya peran orang tua di rumah dalam mengondisikan anak-anaknya, jadi peserta didik belajar di sekolah, setelah pulang, kebanyakan orang tua tidak mendukung potensi anaknya di sekolah, jadi peran orang tua dalam mewujudkan tujuan pendidikan yaitu mengembangkan potensi anak sangat penting, orang tua tidak hanya memberi biaya, mengantarkan ke sekolah, datang ke acara pertemuan wali murid, tetapi mereka lupa akan tugasnya di rumah yaitu mengawasi perkembangan anak, dan juga memberi motivasi dalam belajarnya. Oleh sebab itu, langkah yang diambil dalam mengatasi solusi tersebut adalah mengadakan rapat orang tua selama 2 kali persemester.
Setiap sekolah pasti mempunyai rencana kedepan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, seperti yang dilakukan oleh sekolah As-shidiqiyah ini, menurut kepala sekolah, ada rencana meningkatkan hafalan jus 29 mulai dari kelas 3-6 SD, dan rencana yang kedua adalah meningkatkan kurikulum 2013, namun menurut beliau, dalam meningkatkan kurikulum itu tidak sepenuhnya diterapkan, jadi hanya yang menurut sekolah itu baik itu diterapkan, karena menurutnya sistem kurikulum yang ada di Indonesia itu tidak berujung titik temu, kurikulum ini belum wujud hasilnya, sudah diganti lagi dengan kurikulum yang baru, kalau seperti ini terus tidak akan menemukan hasil dari perubahan kurikulum tersebut. Dari banyak kurikulum yang ada, menurutnya kurikulum 2006 itu baik.
Dari penjabaran fungsi yang dikemukakan oleh Kyte diatas, poin pertama dan poin kedua dalam penerapanya di sekolah As-shidiqiyah ini kaitanya dengan peningkatan mutu dari guru dan murid, untuk guru, kepala sekolah mengadakan rapat setiap minggunya guna membahas tentang perkembangan murid dan masalah-masalah yang sedang dialami oleh guru, jadi seperti evaluasi guru setiap minggunya, kalau untuk murid peningkatan mutunya belum sampai kejenjang bea siswa, karena dalam sekolah tersebut masih belum siap dalam kaitanya masalah bea siswa, namun sekolah memfasilitasi kegiatan-kegiatan murid yang ada kaitanya dengan sekolah maupun untuk mengembangkan potensinya, hal ini kaitanya dengan fungsi kepala sekolah poin ketiga diatas. Untuk poin keempat, kepala sekolah menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan yayasan yang menaunginya, juga kaitanya dengan poin kelima, membawa nama baik sekolah dengan cara mengikuti berbagai lomba yang diadakan di daerah tersebut, sehingga sekolah tersebut mempunyai nama di lingkungan luar.
PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
Dalam menggerakkan orang lain guna mencapai tujuan, pemimpin biasanya menampakkan perilaku kepemimpinannya dengan bermacam-macam. Yulk (1994) dalam leadership in organization dengan meminjam pendapat blake dan mouton (1990) menjelaskan bahwa perilaku pemimpin terhadap bawahan ada 4 bentuk perilaku, yakni : 1.Ada yang lebih menekan pada tugas. 2.Ada yang lebih mementingkan hubungan. 3.Ada yang mementingkan kedua-duanya. 4.Ada yang mengabaikan kedua-duanya, prestasi yang sangat memprihatinkan adalah apabila pemimpin tersebut mengabaikan kedua-duanya. Dari teori diatas, kepala sekolah
Kepala sekolah As-shidiqiyah mengambil poin yang ketiga, yaitu mementingkan tugas dan hubunganya, namun lebih condong kehubunganya, dengan guru-guru yang ada disekolah tersebut, beliau menganggap mereka itu bukan bawahan , tapi adalah teman, itu sangat baik dalam menjalin hubungan antara kepala sekolah dan guru-guru, jadi mereka bisa lebih terbuka dalam setiap masalah yang mereka hadapi, jadi bisa diselesaikan secara bersama-sama.
Created by:
M. Ilhamul Qolbi (1113013000012)
1A PBSI
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta











0 komentar:
Posting Komentar